Artikel Kesehatan, Artikel Sunat, Metode Sunat, Sunat Konvensional, Sunat Laser, Sunat Cauter, Sunat Klamp, Sunat Stapler, Sunat Lem
Stunting adalah masalah serius yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ini merupakan kondisi di mana seorang anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah daripada standar usianya, yang biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.
Untuk mengenali ciri stunting pada bayi, orang tua perlu memerhatikan beberapa hal seperti tinggi badan, berat badan, perkembangan motorik, dan rupa fisik. Berikut ini panduan untuk orang tua cara mengidentifikasi stunting dan pencegahan stunting pada bayi.
Meskipun serupa, tidak banyak orang tahu bahwa stunting dan gizi buruk merupakan hal yang berbeda. Pada dasarnya, keduanya merupakan kondisi yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Hanya saja, ada perbedaan mendasar yang membedakan stunting dan gizi buruk.
Untuk tahu apa itu gizi buruk dan defisini stunting serta apa yang membedakan keduanya, baca terus penjelasannya di bawah
Jika dibandingkan dengan era 90-an, ragam metode sunat di zaman kini sudah banyak sekali. Apabila metode sunat konvensional dirasa menakutkan dan traumatis, sekarang telah tersedia metode-metode sunat yang menawarkan pengalaman sirkumsisi yang minim pendarahan dan trauma seperti klamp, cauter, bipolar, stapler, dan fine sealer.
Jika bicara tentang sunat, kira-kira apa bayangan yang ada di dalam kepala si kecil? Sesuatu yang menyeramkan? Penuh darah dan rasa sakit? Mungkin jika berkaca pada pengalaman Ayah waktu kecil, sunat bisa jadi akan menjadi momok bagi anak. Tapi, seiring perkembangan zaman dan teknologi, tidak semenyeramkan dulu lagi. Bahkan sunat sambil bermain game Mobile Legend pun ada lo, Ayah Bunda!
Salah satu yang mempersulit masa penyembuhan pasca khitan pada pria dewasa adalah ereksi, baik itu ereksi secara sengaja maupun spontan. Ereksi merupakan keadaan penis menjadi tegang, keras, dan membesar akibat rangsangan tertentu. Pada pria yang baru dikhitan, ereksi pasca sunat bisa menimbulkan rasa nyeri bahkan perdarahan.
Umumnya, masyarakat Indonesia akan mengkhitankan anak saat masih bayi dan paling lambat duduk di bangku SMP. Semakin muda usia pasien yang dikhitan, semakin cepat pula proses pemulihannya lantaran lapisan kulupnya yang masih elastis. Oleh sebab itu, persiapan sunat dewasa dengan anak-anak sedikit berbeda.
Merawat luka pasca sunat dewasa sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan. Setelah disunat, pria dewasa biasanya memerlukan waktu seminggu hingga 10 hari sampai lukanya kering.
Nah, supaya proses penyembuhan lebih optimal, ada baiknya Ayah Bunda mengetahui tips perawatan luka pasca khitan dewasa berikut ini:
Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan setelah selesai operasi sunat adalah berapa lama masa penyembuhan pasca sunat, khususnya pada orang orang dewasa? Sebagaimana yang ayah bunda ketahui bahwasannya sunat merupakan suatu prosedur bedah yang dilakukan untuk menghilangkan atau mengangkat kulup penis.
Sunat bayi menjadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dibandingkan sunat ketika usia sekolah atau dewasa, sunat ketika bayi memiliki berbagai keuntungan. Salah satunya adalah risiko komplikasi yang minim dan luka sunat lebih cepat sembuh.
Hanya saja, pelaksanaan sunat ketika anak masih bayi tetap memunculkan pertanyaan besar bagi para orang tua. Salah satu pertanyaan tersebut adalah terkait perawatan setelah sunat. Banyak orang tua yang bingung antara memilih untuk mengenakan celana sunat bayi atau popok.
Sunat merupakan hal yang wajib dilakukan oleh umat muslim. Setiap laki-laki, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa harus disunat. Sunat anak tidak mengecualikan kondisi setiap individu. Artinya, anak laki-laki normal maupun yang masuk kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki kewajiban sunat.
Kontrol post sunat kerap disepelekan lantaran dianggap kurang begitu penting. Faktanya, kontrol setelah sunat dapat membantu proses pemulihan luka, terutama bagi anak bayi, anak kelebihan berat badan, dan pria dewasa. Selain itu, kontrol setelah sunat bisa meminimalisasi risiko yang mungkin timbul akibat perawatan kurang tepat, seperti luka kemerahan, luka terasa gatal, perdarahan ringan atau berat, tubuh demam, hingga luka bengkak. Berkat kontrol post khitan, Ayah Bunda dapat mengetahui cara mengatasi bengkak pasca sunat.
Meskipun serupa, tidak banyak orang tahu bahwa stunting dan gizi buruk merupakan hal yang berbeda. Pada dasarnya, keduanya merupakan kondisi…
Jika dibandingkan dengan era 90-an, ragam metode sunat di zaman kini sudah banyak sekali. Apabila metode sunat konvensional dirasa menakutkan…
Jika bicara tentang sunat, kira-kira apa bayangan yang ada di dalam kepala si kecil? Sesuatu yang menyeramkan? Penuh darah dan…
Memilih metode sunat dewasa yang terbaik memang kerap membuat Ayah Bunda bingung. Pasalnya, terdapat banyak pilihan metode khitan yang ditawarkan,…
Ayah Bunda, pertengahan tahun seperti ini biasanya sudah mendekati liburan sekolah. Nah, buat sebagian orang, ini adalah waktu yang tepat…
Khitan atau sunat adalah kewajiban bagi setiap pria muslim. Praktik ini telah dilakukan sejak turun temurun selama ribuan tahun, bahkan…
Sunat massal kerap menjadi salah satu cara perusahaan dalam mewujudkan kepedulian kepada masyarakat. Apalagi, tidak semua warga Medan punya kemampuan…
Sunat memang teruji klinis memberi manfaat kesehatan yang besar. Hanya saja, pelaksanaan sunat atau khitan juga perlu dilakukan secara cermat.…