×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 46

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang menjadi penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), penyakit yang kini menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar orang. Data UNAIDS per 2017, terdapat sebanyak 36,9 juta penderita HIV/AIDS di seluruh dunia. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan angka penyebaran penderita HIV/AIDS, salah satunya adalah sunat dewasa.

 

Salah satu penyakit yang rentan menyerang organ kelamin adalah fimosis. Kondisi kesehatan in ditandai dengan kecilnya lubang kencing yang ada di kulup penis sehingga kulup tidak bisa ditarik ke arah belakang kepala penis. Fimosis umumnya terjadi pada bayi. Namun, tak jarang orang dewasa juga mengalami hal serupa.

Banyak penderita diabetes yang mengalami ketakutan ketika harus menjalani sunat. Penyunatan pada penderita diabetes sebenarnya sama dengan sunat biasa hanya pada penderita diabetes kadar gula yang tinggi bisa mempengaruhi proses penyembuhan bahkan meningkatkan resiko yang mungkin timbul. Ada begitu banyak risiko yang bisa terjadi, termasuk komplikasi beragam jenis penyakit. Pada kondisi yang kronis, komplikasi tersebut dapat berakibat amputasi ataupun kehilangan nyawa.

Mayoritas masyarakat Indonesia kerap memilih untuk melakukan sunat ketika berusia anak-anak. Sunat ketika masa kanak-kanak, memberikan manfaat, salah satunya adalah pada saat anak-anak belum mempunyai resiko penyakit yang biassnya menyerang orang tua seperti penyskit jantung, ginjal, atau diabetes. Selain itu juga terhindar dari beragam jenis risiko kesehatan, seperti phimosis, infeksi saluran kemih, ataupun kanker penis. Meski begitu, ada pula beberapa kasus yang mengharuskan seseorang untuk melakukan sunat dewasa. Sebagai contoh, mereka yang termasuk sebagai mualaf.

Khitan atau sunat umumnya dilakukan saat masih kanak-kanak. Namun, tidak sedikit juga laki-laki yang menjalani proses sirkumsisi ketika dirinya sudah dewasa karena faktor tertentu, misalnya baru menjadi mualaf saat sudah memasuki usia baligh.

Di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, sunat lebih banyak dikatakan saat anak-anak mulai dewasa atau akil baliq. Namun, pada kondisi tertentu atau masalah kebudayaan, ada pria yang tidak sunat meski sudah dewasa. Akhirnya, karena ada masalah kesehatan seperti fimosis atau karena ingin lebih sehat, pria dewasa pun melakukan sunat.

Umumnya, sunat dilakukan ketika laki-laki menjelang menginjak usia remaja, atau bisa dikatakan akil balig. Meski begitu, tak sedikit pula pakar kesehatan yang menyarankan orang tua untuk mengkhitankan anak laki-laki mereka sedini mungkin. Terlepas dari rasa sakit yang diperoleh, sunat ternyata memiliki banyak manfaat, di antara adalah menjaga penis tetap bersih dan sehat serta mengurangi risiko terserang berbagai penyakit kelamin menular.

Karena berbagai alasan, banyak pria yang menunda sunat hingga dewasa. Rasa malu pun tak pelak muncul, sebab dalam budaya masyarakat Indonesia, sunat lazim dilakukan pada usia kanak-kanak hingga remaja sebagai bagian dari ritual keagamaan. Sebenarnya, Anda tak perlu malu saat memutuskan untuk sunat ketika dewasa. Baik untuk alasan agama maupun kesehatan, sunat sangat dianjurkan demi melindungi organ intim dari risiko berbagai penyakit berbahaya.

Di bulan Syawal 1441 H ini Sunat123 Medan mengadakan :

PROMO SUNAT SYAWAL 1441 H 

(26 Mei 2020 s/d 21 Juni 2020)

Diskon 20%

Khusus Paket Sunat Stapler

Manik-manik Sunatan Massal Lapas Salemba

Berita Wednesday, 23 October 2019 12:22

Alhamdulillah, Sunatan massal bagi para mualaf di Lapas Salemba berlangsung sukses pada hari Selasa, 21 Oktober 2019. Dengan menggunakan metode Stapler untuk sunat dewasa, tiga orang mualaf penghuni lapas bisa disunat. Berikut sekelumit kisah yang menyertai proses sunatan massal tersebut.

Page 5 of 5

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi