×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 46

Mayoritas masyarakat Indonesia kerap memilih untuk melakukan sunat ketika berusia anak-anak. Sunat ketika masa kanak-kanak, memberikan manfaat, salah satunya adalah pada saat anak-anak belum mempunyai resiko penyakit yang biassnya menyerang orang tua seperti penyskit jantung, ginjal, atau diabetes. Selain itu juga terhindar dari beragam jenis risiko kesehatan, seperti phimosis, infeksi saluran kemih, ataupun kanker penis. Meski begitu, ada pula beberapa kasus yang mengharuskan seseorang untuk melakukan sunat dewasa. Sebagai contoh, mereka yang termasuk sebagai mualaf.

Ingatkah Ayah Bunda pada berita heboh tentang bocah di Kecamatan Kadipiro, Solo—yang kabarnya—disunat jin? Berita tersebut sampai dimuat di halaman detiknews pada tanggal 9 Februari 2019 lalu. Banyak orang penasaran mengenai kebenaran berita sunat gaib sang anak berumur 7 tahun itu.

Mengkhitan anak adalah salah satu kewajiban yang mesti ditunaikan setiap orang tua muslim. Selain memenuhi syariat agama, proses memotong kulup (kulit yang menyelubungi ujung penis) ini juga memiliki manfaat medis yang sangat baik, salah satunya mencegah infeksi pada kelamin akibat smegma(sisa kemih yang tidak mengendap).

Salah satu kekhawatiran yang dihadapi sebagian besar orang tua muslim adalah ketika anak laki-lakinya takut disunat. Tidak mengherankan, sebab doktrin anak sunat itu menyakitkan memang sudah telanjur memasuki pikiran mereka.

Khitan atau sunat umumnya dilakukan saat masih kanak-kanak. Namun, tidak sedikit juga laki-laki yang menjalani proses sirkumsisi ketika dirinya sudah dewasa karena faktor tertentu, misalnya baru menjadi mualaf saat sudah memasuki usia baligh.

Sunat memiliki banyak metode salah satunya yang cukup terkenal adalah sunat metode laser yang dianggap paling efektif meski secara harga sedikit lebih mahal . Nah, kira-kira berapa ya biaya sunat laser di Jakarta saat ini? Ayah bunda yang memiliki anak laki-laki bisa siap-siap dari sekarang.

Setelah sunat, tugas Ayah Bunda belum selesai. Pasalnya, anak masih membutuhkan bimbingan untuk menjaga dan merawat luka pada kemaluannya. Kalau Ayah Bunda tidak membimbing hal itu pada anak, ada kemungkinan, anak akan mengalami beberapa masalah yang menyebabkan kemaluannya lama sembuh.

Setelah sunat, ayah bunda harus mengajarkan pada anak cara merawat dirinya sendiri meski ada pengawasan secara langsung. Dengan pengetahuan singkat cara merawat dirinya, mereka tidak akan melakukan hal-hal yang menyebabkan kemaluan jadi terluka, jahitan lepas, perdarahan, hingga yang paling parah mengalami infeksi.

Proses sunat menjadi tahapan yang harus dilalui oleh umat Islam di Indonesia, khususnya yang berjenis kelamin laki-laki. Apalagi, menurut mazhab Syafi’i yang dianut oleh hampir sebagian besar umat Islam Indonesia, sunat memiliki hukum yang wajib bagi seorang laki-laki.

Masa penyembuhan dan kontrol setelah sunat itu tidak selalu ribet, kok. Termasuk bagi putra Ayah Bunda yang tidak sunat di Sunat 123 atau dengan kata lain sunat di klinik tetangga. Di Layanan Sunat 123, semuanya bisa menjadi lebih mudah, kami bisa melayani kontrol di rumah setelah sunat bagi segala usia. 

Artikel Kesehatan

Serba - Serbi